Hua...kali ini mau nulis tentang landscape,,,atau lanskap dalam perbendaharaan kata Bahasa Indonesia. Masih banyak juga orang-orang yang belum tau arti dari kata itu, termasuk saya dulu sebelum masuk kuliah departemen arsitektur lanskap.hehehe..padahal baru tahu artinya setelah semester 3 hua,,,,tapi gapapa dari pada ga tau sama sekali, yang paling saya ingat adalah ''bentang alam'' dan kata-kata paling ampuh jika ditanya mengenai lanskap, maka saya dan teman-teman menjawab sejauh mata memandang, sejauh indra merasakan, sejauh........That is landscape
emang sih dulu tuh kata lanskap tidak populer, arsitek lanskap lebih terkenal dengan nama arsitektur pertamanan, maka banyak juga yang mengartikan kalo lanskap itu ya taman. sebenarnya sih banyak pendapat para ahli mengenai lanskap itu sendiri. kalo kita lihat skripsi anak lanskap maka tokoh pertama dalam definisi lanskap adalah Simond, begitu juga dalam skripsi saya,,beliau adalah Bapak Lanskap.
1. Menurut Simond (1983) lanskap merupakan suatu bentang alam dengan karakteristik tertentu yang dapat dinikmati oleh seluruh indera manusia, dengan karakter yang menyatu secara alami dan harmonis untuk memperkuat karakter lanskap tersebut. Dalam hal ini indera manusia memegang peranan penting dalam merasakan suatu lanskap.
2.Rachman (1984) mengartikan lanskap sebagai wajah karakter lahan atau tapak dan bagian dari muka bumi ini dengan segala sesuatu dan apa saja yang ada di dalamnya, baik bersifat alami maupun buatan manusia, yang merupakan total dari bagian hidup manusia beserta makhluk hidup lainnya, sejauh mata memandang, sejauh indera dapat menangkap dan sejauh imajinasi dapat menangkap dan membayangkan. Kalau yang kedua ini adalah Bapak Zein Rachman, boleh di bilang bapak ini adalah bapak lanskap Indonesia. pengertian ini diambil dari skripsi kaka kelas karena sampai sekarang belom ada tuh yang nemu bukunya,,,
3. Menurut Hubbard dan Kimball dalam Laurie (1990), arsitektur lanskap adalah seni yang fungsi terpentingnya untuk menciptakan dan melestarikan keindahan lingkungan di sekitar tempat hidup manusia dan pada pemandangan alam yang lebih luas lagi.
4. Green, et.al. (1996 ) a particular configuration of topography, vegetation cover, land use and settlement pattern which delimits some coherence of natural and cultural processes and activities
5. Haber (1996) a piece of land which we perceive comprehensive around us, without looking closely at single components, and which look familiar to us .
Sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya, tapi pada intinya lanskap itu tidak hanya taman saja tapi masih luas terminologi dari lanskap...
 |
| lanskap pegunungan |
 |
| lanskap pantai |